Surga

Sama halnya dengan neraka, surga adalah fasilitas hukum alam yang telah diciptakan, disediakan dan disajikan oleh Allah SWT bersamaan dengan penciptaan bumi ini, sebagai imbalan atau balasan kepada para mahluknya yang menghuni bumi khususnya manusia yang ahli mensyukuri atas segala anugerah kenikmatan yang telah Allah SWT ciptakan di bumi ini.

Orang-orang yang ahli syukur adalah yang selalu berniat, bertujuan, berpikir, berbuat, bertindak, bersikap, bersifat dan berkepribadian yang baik, positif dan benar di bumi ini. Dan hukum alam atas rasa syukurnya tersebut maka mereka pun mendapat kehidupan surga baik di kehidupan dunia maupun akhirat.

Secara umum surga adalah realita kehidupan yang dipenuhi dengan berbagai kenikmatan yang maha luas dan bertingkat-tingkat, sesuai dengan kadar, derajat atau frekuensi rasa syukurnya masing-masing, jika rasa syukurnya benar-benar maksimal dan optimal, dalam arti menguasai hajat hidup orang banyak maka kenikmatan atau surga yang didapatkan pun pastilah tinggi derajat atau frekuensinya, namun jika rasa syukurnya hanya bisa dirasakan oleh diri sendiri maka surga yang didapatkan pun sesuai dengan apa yang dilakukannya.

Contoh, rasa syukurnya orang-orang yang ahli berpuasa tentu berbeda dengan rasa syukurnya orang-orang yang ahli sodaqoh, karena kenikmatan orang-orang yang ahli berpuasa adalah untuk diri mereka sendiri, sementara kenikmatan orang-orang yang ahli sodaqoh bukan hanya untuk diri sendiri tapi juga bagi orang-orang yang menerima sodaqohnya.

Oleh karena itu, jika kita semua termasuk ke dalam orang-orang yang ahli menciptakan dan mewujudkan kenikmatan atau surga bagi bersama, maka kita pun akan mendapatkan kenikmatan surga yang sangat luar biasa dahsyat nilai dan derajatnya. Karena kita bukan sekedar orang-orang yang berharap kehidupan surga, tapi kita termasuk ke dalam orang-orang yang telah menciptakan dan mewujudkan kehidupan surga. Yang tentunya nilai dan derajat kenikmatannya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan orang-orang yang hanya berharap surga.

Sebagaimana dalam Al-qur’an Surat Ibrahim ayat ke-7 Allah SWT berfirman,

“Lain syakartum la azidanakum walainkafartum inna adzabillah sadid”

“Barang siapa yang bersyukur akan nikmat-Ku maka pasti Aku tambahi nikmatnya, dan barang siapa kufur atau ingkar akan nikmat-Ku maka sesungguhnya siksa-Ku teramat pedih”

Dan di bumi alam semesta raya ini, sangat jelas sekali bahwa Allah SWT telah memberikan anugerah dan karunia kenikmatan hidup yang maha luas tak terbatas, sehingga tidak ada alasan bagi manusia untuk mengingkari dan mengkhianati karunia surga yang begitu luas dan tinggi nilainya, dan tidak layak bagi manusia untuk mengeluh pada Allah SWT atas apa pun yang terjadi dalam hidup manusia, kecuali orang-orang yang kufur.

Karena dengan anugerah dari Allah SWT yang sangat luar biasa tersebut, manusia tinggal mengolah, mengelola dan mengembangkan seluruh potensi yang ada di dalam dirinya dan potensi yang ada di bumi alam semesta raya ini, sebagai fasilitas kehidupan surga bersama, karena berbagai kesulitan yang terjadi dalam kehidupan manusia adalah akibat kesalahan sistem kehidupan yang telah terterapkan sekian lama, yang tentunya harus dibenahi dan diperbaiki jika manusia menginginkan kehidupan surga yang nyata, jika manusia benar-benar mengimplementasikan hakekat syukur yang sebenarnya dan yang setinggi-tingginya.

Komentar ditutup.
%d blogger menyukai ini: