Neraka

Neraka adalah fasilitas hukum alam yang telah diciptakan, disediakan dan disajikan oleh Allah SWT bersamaan dengan penciptaan bumi ini yang merupakan produk hukum ketetapan dari Allah SWT untuk menghukum dan mengadili seluruh mahluk yang hidup dan tinggal di bumi ini, khususnya manusia yang telah dikodratkan jatidirinya sebagai kholifah atas bumi ini.

Barang siapa yang berniat, bertujuan, berpikir, berbuat, bersikap, bertindak, bersifat dan berkepribadian negatif atau merugikan diri sendiri dan merugikan diri-diri yang lainnya, maka dipastikan akan mendapatkan hukuman dari alam, yang merupakan bentuk dari neraka kehidupan yang berupa keresahan, kegelisahan, kecemasan, kekuatiran, ketakutan, kesulitan, kepailitan, kesedihan, kesengsaraan, penderitaan, kesakitan, kecelakaan dan kematian yang akan mengantarkannya kepada penderitaan yang berkepanjangan di alam kubur dan alam akhirat.

Secara umum, neraka digambarkan sebagai api yang membakar namun tidak pernah membunuh, artinya siapa pun yang ada di dalam neraka akan selalu terpanggang oleh panasnya api yang teramat sangat, tapi tidak pernah membuat penghuninya mati terbunuh oleh panas api neraka tersebut, para penghuninya tetap exis di dalam nya namun dipenuhi dengan kesengsaraan, penderitaan, kesedihan dan kesulitan yang berkepanjangan, sedikit pun tidak ada rasa senang dan bahagia. Karena neraka adalah kondisi bathin yang tersiksa, bukan lah jasmani atau raga, begitu pun neraka di akhirat, tetaplah hanya jiwa atau bathin yang terbakar, karena jasmani atau raganya sudah kembali menjadi tanah.

Sesungguhnya bumi ini adalah neraka bagi orang-orang yang kufur atau mengingkari atas segala karunia dan anugerah kenikmatan yang maha luas dari Allah SWT. Dan hukum alam bagi orang-orang yang kufur adalah kesengsaraan dan penderitaan, karena mereka senantiasa mengeluh dalam hidupnya.

Tentunya kita semua pernah merasakan bagaimana menderitanya bathin dan pikiran saat kita tidak menerima suatu kejadian atau situasi dan kondisi yang sama sekali tidak kita inginkan terjadi. Itulah realita kehidupan neraka, sehingga jika hidup kita ini jauh dari rasa syukur, maka kita pun akan merasakan kehidupan neraka yang berkepanjangan baik di dunia maupun di akhirat.

Komentar ditutup.
%d blogger menyukai ini: