Meluruskan Penafsiran Ajaran Agama Yang Salah

Gus Yan melihat, mendengar, memahami dan merasakan adanya berbagai sudut pandang, paradigma dan keyakinan yang salah dan sempit akibat dari penafsiran ajaran agama yang salah dan sempit, yang telah menyebabkan berbagai kesulitan, sempitnya ruang gerak, kerusakan, kehancuran dan  kematian manusia itu sendiri. Berbagai fasilitas kenikmatan dari Allah SWT yang seharusnya bisa didapatkan, dialami, dirasakan dan dinikmati oleh manusia, menjadi sis-sia, seakan tidak bermanfaat bagi manusia.

Manusia yang seharusnya bisa menikmati kehidupan di bumi ini secara maksimal dan optimal menjadi sangat minimal bahkan sama sekali kehilangan kenikmatan hidup, atau sama sekali tidak mendapatkan kenikmatan hidup di bumi ini, misalnya dalam hal umur manusia yang bisa ratusan atau ribuan tahun seperti halnya Nabi Ibrahim AS dan Nabi Nuh AS, bahkan ada Nabi yang sampai dengan detik ini masih hidup atau sering disebut sebagai Nabi sepanjang jaman yaitu Nabi Khidir AS dan yang lain-lainnya. Artinya, jika ada potensi baik berupa ilmu atau kekuatan yang bisa didayagunakan untuk memaksimalkan atau mengoptimalkan kenikmatan hidup manusia di bumi ini, kenapa tidak dimanfaatkan dengan mengupayakan dan mengusahakan seoptimalnya, bukan kah itu adalah anugerah dari Allah SWT yang harus disyukuri.

Karena kewajiban manusia adalah berupaya dan berusaha semaksimal mungkin dan seoptimal mungkin, tentunya dengan kesadaran dan keyakinan bahwa Allah SWT Maha Berkuasa untuk mewujudkan apa pun yang menjadi harapan dan doa setiap hambaNya, oleh karena itu keyakinan harus lah ditancapkan sedalam-dalamnya dan setinggi-tingginya. Jika Allah SWT Berkuasa memberikan umur ratusan atau ribuan tahun bahkan hidup kekal abadi bersamaNya sebagaimana Nabi Khidir, tentu tidak ada salahnya bagi kita untuk memohon kepada Nya, yang tentunya kita pun harus mempelajari, mengkaji dan memahami rahasia KekuatanNya dan mengamalkannya. Bukan sekedar doa, tanpa ada upaya dan usaha yang maksimal dan optimal.

Atas dasar itu, melalui Blog Ustad Cowboy ini, Gus Yan ingin membantu meluruskan berbagai sudut pandang, paradigma, pemahaman, keyakinan dan penerapan hidup manusia yang selama ini salah dan sempit, akibat dari kesalahan penafsiran terhadap   suatu ajaran agama, yang Gus Yan lihat, rasakan dan pahami bertentangan dengan Hukum Alam yang merupakan Hukum Ketetapan yang telah diciptakan oleh Allah SWT yaitu hukum Surga dan Neraka :

Sebagaimana sabda Rasulullah Muhammad SAW :
لَمَّا خَلَقَ اللهُ الْجَنَّةَ وَ النَّارَ , أَرْسَلَ جِبْرِيْلَ إِلَى الْجَنَّةِ , فَقَالَ : اُنْظُرْ إِلَيْهَا وَ إِلَى مَا أَعْدَدْتُ لأَهْلِهَا فِيْهَا
“Ketika Alloh menciptakan syurga dan neraka, Dia mengutus Jibril untuk melihat ke syurga, Alloh berfirman : “Lihatlah ke syurga dan lihatlah apa saja yang Aku telah sediakan untuk para calon penghuninya !”
قَالَ : فَجَاءَهَا فَنَظَرَ إِلَيْهَا وَ إِلَى مَا أَعَدَّ اللهُ لأَهْلِهَا فِيْهَا
“Maka Jibril pun mendatangi syurga, kemudian melihat ke syur- ga dan kepada apa yang Alloh telah sediakan untuk para calon penghuninya.”
قال : فَرَجَعَ إِلَيْهِ , قَالَ : فَوَ عِزَّتِكَ لاَ يَسْمَعُ بِهَا أَحَدٌ إِلاَّ دَخَلَهَا
“Kemudian Jibril kembali kepada Alloh dan berkata : “Demi ke-perkasaan-Mu, tidak ada seorang pun yang mendengar tentang syurga kecuali dia pasti ingin memasukinya.”
فَأَمَرَ بِهَا فَحُفَّتْ بِالْمَكَارِهِ , فَقَالَ : اِرْجِعْ إِلَيْهَا فَانْظُرْ إِلَيْهَا وَ إِلَى مَا أَعْدَدْتُ لأَهْلِهَا فِيْهَا
“Lalu Alloh memerintahkan agar syurga dikelilingi oleh hal-hal yang dibenci, kemudian Alloh berfirman kepada Jibril : : ”Kem- balilah ke syurga dan lihatlah serta lihat pula apa yang Aku telah sediakan bagi para calon penghuninya !”
قال : فَرَجَعَ إِلَيْهَا , فَإِذَا هِيَ قَدْ حُفَّتْ بِالْمَكَارِهِ , فَرَجَعَ إِلَيْه فَقَالَ : فَوَ عِزَّتِكَ لَقَدْ خِفْتُ أَلاَّ يَدْخُلَهَا أَحَدٌ
“Maka Jibril pun kembali ke syurga, ketika itu syurga telah dike lilingi oleh perkara-perkara yang tidak disukai. Kemudian dia kembali kepada Alloh dan berkata : “Demi keperkasaan Mu, sungguh aku takut kalau tidak akan ada seorang pun yang mau memasukinya.”
قَالَ : اِذْهَبْ إِلَى النَّارِ فَانْظُرْ إِلَيْهَا وَ إِلَى مَا أَعْدَدْتُ لأَهْلِهَا فِيْهَا .
Alloh berfirman : “Pergilah ke neraka, lihatlah ke neraka dan ke-pada apa yang Aku telah persiapkan untuk para calon penghuni-nya !”
فَإِذَا هِيَ يَرْكَبُ بَعْضُهَا بَعْضًا , فَرَجَعَ إِلَيْهِ , فَقَالَ : فَوَ عِزَّتِكَ لاَ يَسْمَعُ بِهَا أَحَدٌ فَيَدْخُلُهَا
“Maka dilihatnya neraka, sebagiannya menghantam sebagian yang lain. Lalu Jibril kembali dengan berita tersebut, dan berka- ta : ”Demi keperkasaan-Mu, tidaklah ada seorang pun yang men dengar tentang neraka kemudian ia berminat memasukinya.”
فَأَمَرَ بهَا , فَحُفَّتْ بِالشَّهَوَاتِ , فَقَالَ : اِرْجِعْ إِلَيْهَا
“Kemudian Alloh memerintahkan agar neraka dikelilingi oleh hal-hal yang diingini oleh hawa nafsu, kemudian Alloh berfir-man : “Kembalilah ke neraka !”
فَرَجَعَ إِلَيْهَا , فَقَالَ : وَ عِزَّتِكَ لَقَدْ خَشِيْتُ أَلاَّ يَنْجُوَ مِنْهَا أَحَدٌ إِلاَّ دَخَلَهَا
“Jibril pun kembali ke neraka, lalu Jibril berkata : “Demi keper-kasaan-Mu, aku khawatir tidak akan ada yang selamat dari neraka, kecuali ia pasti memasukinya.”
( HHR. Ahmad, Abu Dawud dan At-Tirmidzi )

Dan Allah SWT berfiraman tentang surga :

Sesungguhnya orang-orang yang banyak berbakti benar-benar berada dalam syurga yang penuh keni’matan. dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam neraka” (Al Infithaar:13-14)

Artinya dengan Dua dasar hukum tersebut, baik Sabda Rasulullah maupun Firman Allah, sesungguhnya Allah telah menciptakan surga dan neraka, dan telah memberlakukannya bagi manusia, sejak Nabi Adam AS dan Ibu Hawa yang tadinya berada di kehiupan surga menjadi terusir dari surga karena melanggar larangan Allah SWT untuk tidak memakan buah khuldi, rasa bersalah dan berdosa yang terus menyelimuti hati dan pikiran Nabi Adam dan Ibu Hawa itulah yang menyebabkan Bumi yang tadinya benar-benar terlihat dan terasakan sebagai taman surga, menjadi hilang kenikmatannya, menjadi terasa jauh ditinggalkan oleh Allah SWT. Buka berarti Nabi Adam dan Ibu Hawa yang tadinya berada di surga langit (misalnya) terus diturunkan ke bumi.

Tapi bumi ini lah yang menjadi surga dan neraka bagi Nabi Adam dan Ibu Hawa dengan seluruh keturunannya hingga saat ini, jadi sesungguhnya manusia saat ini hidup diantara surga dan neraka yang sangat nyata.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: