Ustad Bertanggung Jawab Atas Umat

Saat ini banyak sekali bermunculan ustad-ustad baru, apalagi pada bulan ramadhan pasti banyak wajah baru di bidang yang termasuk menduduki peran penting dan bergengsi ini, karena seorang ustad menjadi panutan atas profesi-profesi lainnya, termasuk profesi pejabat tinggi pemerintahan, militer, politik, pengusaha, artis dan lain-lainnya, karena memang tugas seorang ustad, dai, kyai atau ulama memang sebagai penerus atau pelanjut dari seorang Nabi atau Rasul. Sehingga baik atau buruknya umat Islam khususnya di Indonesia yang mayoritas muslim ini, sangat bergantung pada baik buruknya para tokoh agama ini.

Oleh karena itu, kehadiran seorang ustad, ulama, kyai atau dai harus benar-benar menjadi tokoh yang layak untuk dicontoh dan diteladani oleh masyarakat, baik dari ucapannya, perbuatannya, sifatnya, tingkah lakunya, kepribadiannya dan khususnya implementasi hidupnya yang benar-benar mencerminkan sikap seorang tokoh panutan yang baik. Jika seorang ustad hanya sekedar tenar dan terkenal, atau banyak penggemarnya karena kelucuan, kekocakan atau karena banyolan-banyolannya, maka otomatis akan merusak kharismatik atau kewibawaan seorang ustad dan tentunya merusak akidah ajaran agama itu sendiri, karena bagaimana pun masyarakat akan menjadikan ucapan dan sikapnya sebagai parameter atas tingkah laku dan perbuatannya, khususnya anak-anak yang menggemarinya, akan mencontoh sikap dari seorang ustad yang menjadi panutannya.

Mungkin akan lebih baik menjadi seorang pelawak daripada menjadi seorang ustad jika hanya karena ahli membuat lelucon atau lawakan, karena seorang pelawak memang perannya harus membuat orang tertawa, harus kocak dan lucu. Sangat jauh berbeda dengan seorang ustad, kyai, ulama atau dai yang berperan sebagai tokoh penerus seorang Nabi atau Rasul.

Seorang ustad juga harus mencerminkan sikap sebagai pembawa ajaran agama Islam yang rahmatan lil alamin, artinya bisa menjadi rahmat bagi segenap alam, bukan hanya sekedar bagi orang muslim, bukan juga sekedar bagi umat manusia, tapi benar-benar menjadi rahmat bagi segenap alam, baik alam lahir maupun alam bathin, artinya seluruh unsur kehidupan yang ada di bumi alam semesta raya ini benar-benar merasakan pencerahan atau penerangan bagi jiwanya yang kelam, yang kusut, yang gelap, yang merana dan menderita.

Sehingga seorang ustad tidak layak menanamkan kebencian atau memprovokasi siapa pun untuk berbuat anarkis, berbuat kejam, melakukan teror dan berbagai provokasi negatif lainnya, sekalipun berniat untuk jihad yaitu memerangi kebatilan atau keangkara murkaan, tetaplah masih banyak cara yang jauh lebih baik daripada memprovokasi atau menanamkan kebencian dalam diri masyarakat, biasa yang sering terjadi adalah memprovokasi untuk memusuhi agama lain. Sebab yang terlihat mata dan dalam penilaian kita salah, belum tentu salah dihadapan Allah SWT, sehingga kita pun tidak berhak untuk menilai, memvonis dan mengadili yang terlihat atau dianggap salah dan mungkar.

Dalam ajaran agama Islam sendiri pun menegaskan, “bahwa jihad yang sesungguhnya adalah memerangi atau mengendalikan hawa nafsunya sendiri” 

Karena dengan keberhasilan memerangi atau mengendalikan hawa nafsunya sendiri, maka dipastikan tidak akan pernah terjadi keangkara murkaan, tidak akan terjadi permusuhan apalagi peperangan. Dan hanya dengan mengendalikan hawa nafsunya sendiri, maka seseorang bisa menjadi orang yang bersyukur, dan dengan menjadi orang yang ahli syukur maka otomatis akan menjadi orang yang ahli syurga, karena itu sudah merupakan Paket Hukum Alam yang telah ditetapkan oleh Allah SWT bersamaan dengan penciptaan bumi ini.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: