Baik Buruk

Baik dan buruk adalah dua sisi kehidupan yang merupakan rahmat yang harus disyukuri, karena kita tidak akan pernah tahu yang namanya baik, atau kita tidak bisa berbuat baik jika tidak ada buruk, oleh karena itu Allah SWT pun menciptakan Malaikat dan Iblis, menciptakan yang namanya surga dan neraka, agar antara keduanya manusia bisa memilah dan memilah, artinya manusia itu sendiri yang memilih dan menentukan, apakah kehidupan yang ditempuh itu baik atau buruk, jika kehidupan yang ditempuh adalah jalan kebaikan maka berarti telah menciptakan surga bagi dirinya, begitu pun sebaliknya jika jalan hidup yang ditempuh adalah keburukan maka sama artinya bahwa manusia telah menciptakan neraka bagi dirinya sendiri.

Oleh karena itu, kita semua diwajibkan untuk senantiasa istighfar artinya memohon ampunan, khususnya pada saat menjelang istirahat atau tidur, artinya senantiasa istighfar disini adalah dengan mereview atau memutar balik kejadian-kejadian yang telah dilalui dari bangun tidur hingga menjelang tidur lagi, apakah ada kesalahan, kekurangan dan kelemahan yang telah kita lakukan, sehingga keesokan harinya kita tidak mengulangi pada kesalahan yang sama yang telah dilakukan pada hari kemarin. Bukan dengan memperbanyak bacaan istighfar, percuma bacaan istighfarnya banyak tapi keesokan harinya kesalahan yang kemarin dilakukan diulang kembali.

Bacaan istighfar atau permohonan ampun, cukup Satu kali disampaikan kepada Allah SWT dengan penuh keungguhan dan keikhlasan, tidak perlu diulang-ulang sampai puluhan, ratusan atau ribuan kali, karena Allah SWT Maha Mendengar, Maha Melihat dan Maha Mengetahui. Dan yang dilihat oleh Allah SWT itu bukti implementasi dari istighfar itu sendiri, apakah berkomitmen untuk memperbaiki atau tetap diulang-ulang lagi? Karena jika diulang-ulang lagi, sama artinya kita memiliki nilai raport merah dan harus mengulang pelajaran yang telah dilaluinya.

Parameter baik atau buruk itu sendiri ada pada rasa hati kita, apakah yang telah kita perbuat membawa kenikmatan bagi diri dan orang lain, tidak merugikan diri kita sendiri dan orang lain, atau sebaliknya sehingga menyebabkan keresahan, kegelisahan, rasa tidak nyaman, rasa kuatir, cemas dan takut pada diri sendiri?

Oleh karena itu, kembali kami ingatkan bahwa kita perlu mereview kembali, apa yang telah kita lakukan di hari ini dari bangun tidur sampai menjelang tidur lagi, sebagai ungkapan istighfar yang baik dan benar. Jika ternyata setelah kita mereview terdapa kesalahan yang telah diri kita lakukan, maka keesokan harinya kita pun perlu memohon maaf kepada orang yang telah kita salahi. Sehingga sempurnalah istighfar yang telah kita sampaikan, baik kepada Allah maupun kepada sesama. Karena ampunan Allah SWT akan berlaku jika kita telah mendapatkan ampunan dari orang yang telah kita salahi.

Yang perlu diingat, bahwa Allah SWT lebih dekat dari urat nadi manusia, artinya bahwa di dalam diri setiap manusia terdapat Ruh Illahi yang telah ditiupkan oleh Nya sejak manusia masih berada di dalam rahim sang ibu, sehingga jika kita berbuat salah pada orang lain, maka sama artinya kita pun berbuat salah kepada Allah SWT, yang wajib bagi kita untuk memohon maaf atau ampun pada orang yang telah kita salahi.

Hal-hal tersebut pelu kita lakukan secara istiqomah, mengingat kehidupan di dunia ini dipenuhi dengan baik dan buruk, salah dan benar, karena sifat manusia memang tidak luput dari kesalahan atau keburukan, karena Allah SWT sendiri telah memberi kebebasan kepada Iblis untuk menggoda manusia, dan kita pun tidak perlu menyalahkan dan memusuhi iblis, karena memang itu sudah komitmennya iblis dengan Allah SWT untuk senantiasa menggoda manusia, yang perlu kita ingat dan lakukan adalah menyadari bahwa jatidiri manusia adalah sebagai kholifah, sebagai mahluk yang termulya, sehingga kita pun wajib untuk memulyakan diri kita sendiri, yaitu dengan tidak mengikuti bujuk rayu iblis, jika kita mengikutinya maka kita sendiri yang akan merana dalam kesedihan dan kesengsaraan.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: